ASN Kecamatan Cijeruk Mulai Bersepeda ke Kantor, Tindak Lanjut Instruksi Bupati Bogor Soal Efisiensi Energi
Bogor, Amunisicyber -Menindaklanjuti instruksi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, aparatur sipil negara (ASN) di tingkat kecamatan mulai melakukan penyesuaian dalam penggunaan kendaraan operasional, termasuk di Kecamatan Cijeruk.
Langkah penghematan energi kini mulai diterapkan di lingkungan pemerintahan tingkat kecamatan di Kabupaten Bogor. Salah satunya dengan mendorong pegawai untuk lebih bijak dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM), sesuai dengan kebutuhan jarak tempuh.
Pegawai yang memiliki tempat tinggal jauh dari kantor masih diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor roda dua. Sementara itu, bagi ASN yang berdomisili dekat dengan kantor, dianjurkan beralih menggunakan sepeda sebagai alternatif transportasi ramah lingkungan.
Kebijakan ini mulai terlihat di Kecamatan Cijeruk. Berdasarkan pantauan di lapangan, setidaknya tiga staf yang tinggal tidak jauh dari kantor kini rutin berangkat kerja menggunakan sepeda. Adapun pejabat struktural seperti kepala seksi (kasi) dan kepala sub bagian (kasubag) masih menggunakan sepeda motor karena jarak tempuh yang relatif jauh.
Camat Cijeruk, Sobar Mansoer, membenarkan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan daerah dalam rangka efisiensi energi sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan ASN.
“Kami menyesuaikan dengan kondisi masing-masing pegawai. Yang rumahnya jauh tetap menggunakan kendaraan bermotor, tetapi yang dekat kami dorong menggunakan sepeda. Ini sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan penghematan energi dari Bupati Bogor,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, langkah sederhana ini diharapkan memberi dampak positif, tidak hanya dalam penghematan BBM, tetapi juga dalam membangun gaya hidup sehat di kalangan pegawai. Selain itu, penggunaan sepeda dinilai mampu mengurangi polusi udara serta kemacetan di sekitar lingkungan kantor kecamatan.
Sobar menegaskan, kebijakan tersebut tidak bersifat memaksa, melainkan mengedepankan kesadaran dan partisipasi sukarela dari para pegawai. Meski demikian, respons yang diberikan cukup positif, terutama dari staf yang memiliki jarak tempuh dekat.
“Alhamdulillah, sudah ada beberapa staf yang mulai membiasakan diri menggunakan sepeda. Ini langkah awal yang baik, mudah-mudahan ke depan semakin banyak yang ikut,” tambahnya.
Para staf yang menggunakan sepeda pun mengaku tidak mengalami kendala berarti. Selain jarak yang dekat, mereka juga merasa lebih segar saat tiba di kantor karena telah berolahraga ringan di pagi hari. Kebijakan ini menjadi contoh nyata implementasi program efisiensi energi di tingkat kecamatan.
Pemerintah Kabupaten Bogor berharap langkah serupa dapat diterapkan secara luas di berbagai instansi, sehingga mampu memberikan kontribusi dalam penghematan energi serta menjaga kelestarian lingkungan. (Wahyu)
Related Articles